Kesehatan merupakan sesuatu yang komplek dan menyangkut banyak organ tubuh kita, salah satunya adalah kesehatan vagina. Pada umumnya para perempuan kurang memperhatikan tentang kesehatan vaginanya.
Vagina yang sehat adalah vagina yang asam dan mengandung bakteri bermanfaat yang menangkis infeksi dan mempertahankan tingkat PH normal. Setiap jenis masalah vagina dapat menyebabkan iritasi atau infeksi dan masalah-masalah kesehatan lainnya.
![]() |
| img:flickr |
Untuk itu sangat penting mengetahui apa yang berbahaya bagi vagina anda. Merawat vagina anda dengan benar, akan sangat bermanfaat bagi kesehatan anda secara keseluruhan.
1. Jangan Melakukan Douching
Douching artinya membersihkan vagina dengan menggunakan air yang dicampur dengan cuka. Ada banyak treatment dan metode douching yang ada banyak mengandung antiseptik dan wewangian yang bisa berbahaya bagi kesehatan vagina.
Sayangnya banyak wanita yang melakukan douching dengan tujuan agar merasa lebih segar, menghilangkan bau tak sedap, membasuh darah menstruasi, menghindari penyakit menular dan mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Para ahli kesehatan sepakat bahwa douching tidak bermanfaat. Mereka menganalisis bahwa douching vagina sebaiknya tidak perlu dan tidak bermanfaat atau bahkan akan berbahaya bagi kesehatan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Epidemiologic Reviews mengungkapkan bahwa;
Douching vagina adalah sesuatu yang harus dihindari, walaupun hal ini sangat populer.
Douching vagina dapat menganggu tingkat PH dan dapat menyebabkan infeksi. Hal ini juga bisa menyebabkan penyakit radang panggul,vaginosis bakteri dan candidiasi vulvovaginal. Jika anda ingin membersihkan vagina, cukup dengan menggunakan air hangat yang bersih.
2. Hindari Spa Vagina
Spa vagina sekarang ini menjadi sesuatu yang ngetren pada sebagian kaum wanita. Spa vagina adalah proses dimana wanita melepas celana dalamnya dan duduk pada kursi khusus yang memungkinkan uap herbal akan masuk atau terhirup oleh vagina.
Sebagian pusat Spa mengklaim bahwa metode ini akan membantu meningkatkan hygenitas vagina dan menyeimbangkan hormon tubuh. walaupun kenyataanya tidak demikian.
Hal ini bisa membakar kulit sensitif di dalam dan sekitar vagina anda. Jika terjadi luka bakar parah bisa menyebabkan kerusakan pada kandung kemih dan rektum anda.
Uap yang telah mengering akan mengganggu keseimbangan bakteri alami yang hidup pada vagina anda dan meningkatkan resiko infeksi jamur.
Karena zat-zat dari proses spa tidak diproduksi oleh rahim dan vagina maka, sangat salah jika Spa vagina akan menyeimbangkan hormon dalam tubuh.
3. Jangan Menindik vagina
Budaya menindik telinga dan hidung sudah lama dilakukan manusia untuk memasang asessorisnya. Sekarang tren berkembang ketika yang ditindik mulai dari lidah, alis, bibir bahkan alat kelaminnya.
Mereka yang menindik alat kelaminnya berkeyakinan bahwa hal ini akan meningkatkan seksualitas atau bisa juga karena merasakan petualang, seru dan nakal.
Ada dua area yang mungkin dilakukan penindikan yaitu pada klitoris dan labia. Namun proses menusuk ini akan menyebabkan sakit parah dan kerusakan parah karena vagina merupakan area sensitif.
Bisa juga menyebabkan iritasi kulit dan infeksi, serta tertularnya berbagai penyakit lainnya seperti tetanus, HIV, Hepatitis A dan B serta penyakit menular lainnya jika dikakukan di tukang tindik.
4. Jangan Menggunakan Celana Dalam terlalu ketat
Pakaian dalam yang digunakan harus sesuai dan nyaman untuk digunakan.jangan menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat. Pakaian dalam yang terlalu ketat bisa menimbulkan iritasi pada vagina dan bisa juga menyebabkan rambut tumbuh ke dalam yang sangat mnyakitkan dan sulit diobati.
Pakaian dalam yang ketat juga tidak menyeimbangkan suhu pada daerah kewanitaan, sehingga akan memungkinkan tumbuhnya bakteri untuk tumbuh.
Selain itu juga bisa menimbulkan kerutan dan tonjolan yang tidak diinginkan.
Cara yang terbaik adalah menggunakan pakaian dalam yang pas yang memungkinkan adanya sirkulasi udara di dalamnya, terutama bahan yang terbuat dari kapas, bukan yang berasal dari poliester, renda,
5. Tidak Menghilangkan Rambut kemaluan
Pubis atau rambut pada kamaluan memiliki fungsi diantaranya, menyerap kelembaban, melindungi kulit dari infeksi, seperti herpes dan genital warts.
Jika ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman dengan adanya rambut kemaluan dan berusaha untuk menghilangkannya dengan mencukurnya dengan menggunakan krim ataupun dengan cara waxing, maka sebaiknya memikirkan ulang hal tersebut.
Sebuah studi yang diterbitkan oleh, International Journal of STD & AIDS menunjukkan bahwa, menghilangkan rambut pada kemaluan dapat meningkatkan kemungkinan penyakit menular seksual(PMS) karena mempengaruhi membran kulit yang dapat memudahkan bakteri masuk. Selain itu juga dapat menimbulkan komplikasi ringan.
6. Jangan Mencuci Vagina dengan Sabun Wangi atau Parfum
Banyak wanita yang tidak suka dengan bau vagina mereka, jadi mereka berusaha menghilangkannya dengan cara, mencucinya dengan sabun pewangi atau menyemprotkannya dengan parfur di daerah pribadi mereka.
Penggunaan sabun pewangi dan parfum pada vagina sangat tidak dianjurkan. Menggunakannya dapat menimbulkan infeksi dan iritasi, karena adanya bahan kimia dan bahan sintetis yang terkandung di dalamnya. Selain itu, penggunaan lembar pengering beraroma, semprotan beraroma, deodoran dan penghilang bau juga tidak disarankan.
Sebaiknya, menggunakan air hangat atau suam-suam kuku untuk membersihkan vagina anda. Jangan menggunakan air yang terlalu panas yang akanmenimbulkan iritasi dan membuat kulit kering.
Jika menggunakan feminin washer sebaiknya digunakan pada bagian luar saja, jangan di bagian dalam.
Bau yang terjadi pada vagina bisa terjadi karena dari ketidakseimbangan PH yang terganggu. Hal ini bisa diatasi dengan mengatur pola makan atau menghubungi dokter untuk berkonsultasi.
7. Jangan menggunakan Pembalut yang terlalu Panjang
Menjaga kesehatan pada saat menstruasi sangat penting, anda harus menggantinya sesegera mungkin.
PH darah mentruasi lebih tinggi dari pada saat PH vagina normal, semakin lama anda menggunakan pembalut semakin besar kemungkinan terkena infeksi. Faktanya, banyak wanaita yang mengalami peningkatan infeksi vagina pada saat menstruasi. Bahkan menyebabkan syndrom syock beracun, kondisi yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh beberapa jenis infeksi bakteri.
Ganti pembalut anda, setiap 4 sampai 8 jam sekali, semakin sering akan semakin bersih dan nyaman.
8. Jangan Menggunakan Minyak Pelumas Berbentuk Jelly
Sebagian orang menggunakan minyak pelumas berbentuk jelly pada saat berhubungan intim. Hal ini sebaiknya dihindari karena bisa menempel pada dinding vagina anda.
Penggunaan minyak pelumas berbentuk jelly tidak sebaik minyak pelumas berbentuk cairan, karena akan bisa merobek atau merusak kondom berbahan lateks. Juga lebih lengket , berantakan, dan menimbulkan ketidaknyamanan serta rasa sakit ketika berhubungan. Bahkan akan sulit dibersihkan.
Minyak pelumas berbentuk jelly, dapat membuat ketidakseimbangan PH vagina dan rentan terjadinya iritasi dan infeksi.
Jika anda mengalami masalah pada daerah vagina atau penggunaan minyak pelumas saat berhubungan intim, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anda.
9. Jangan Memecahkan jerawat pada daerah Kemaluan
Jerawat bisa tumbuh dimana saja, wajah, leher, lengan dan juga daerah kemaluan. Seberapa menyakitkanpun jangan berusaha untuk memecahkannya. Karena akan mengeluarkan bakteri yang ada di dalamnya dan apabila bakteri ini terkena pori-pori kulit maka akan menimbulkan lebih banyak jerawat lagi.
Selain itu, di daerah sekitar jerawat terasa gatal, usahakan jangan sampai tergores, karena akan menimbulkan iritasi serius.
Cara yang terbaik adalah membiarkannya sampai jerawat itu hilang dengan sendirinya, mungkin butuh waktu sekitar 1 sampai 2 minggu.
10. Jangan Memasukkan Benda Tajam
Pasokan dan aliran darah yang ada dalam vagina sangatlah banyak, Memasukkan apapun kedalamnya berisiko untuk merobek atau melukainya. Bahkan luka sekecil apapun dapat menyebabkan pendarahan yang luar biasa.
Selain itu memasukkan barang-barang yang tidak sehat di dalamnya akan, menimbulkan infeksi dan iritasi. Misalnya, memasukkan buah-buahn atau sayuran, karena kemungkinan mengandung pestisida.
Dan juga bermain anal dengan bahan apapun sangat tidak dianjurkan.
Jika terjadi robek atau luka jangan diobati sendiri, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter utuk mendapat kesembuhan.
sumber:http://www.top10homeremedies.com/news-facts/10-things-never-vagina.html
Semoga Bermanfaat..!

0 komentar:
Posting Komentar